Tiada Hari Tanpa Berlatih

Posted on Updated on

orientering menwa 905 uns

Menindaklanjuti agenda latihan orientering yang lalu, selama tiga hari berturut-turut (2-4 Agustus 2016) staf pendidikan dan latihan mengadakan latihan orientering untuk seluruh staf dan anggota Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latihan tersebut selain sebagai pelaksanaan salah satu program kerja dari staf diklat juga sebagai ajang seleksi lomba orientering dalam waktu dekat ini.

Dengan antusias tinggi dan semangat seorang Resimen Mahasiswa, seluruh peserta menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Soal-soal tersebut berupa sejumlah titik lengkap dengan poin berbeda tiap titiknya dalam selembar peta yang harus mereka temukan dalam waktu sesingkat mungkin. Dengan bekal selembar peta, pena, dan jam tangan mereka mulai berpencar menuju titik yang telah ditentukan. Titik-titik dalam peta tersebut berupa sebuah papan dengan lembar presensi yang harus mereka isi sebagai bukti telah menemukan titik kontrol pada medan sebenarnya.

Dihari pertama latihan, mereka bekerja secara individu yang masing-masing harus memiliki strategi memperkirakan rute tercepat dan terdekat mencapai tujuan yang tentunya titik tujuan tersebut memiliki poin tinggi, serta memiliki kemampuan fisik kuat karena mereka harus berlari saat menempuh dari satu titik ke titik lain. Mengingat kontur wilayah kampus UNS yang berbukit dengan pepohonan besar dan semak-semak mereka juga harus berhati-hati dalam melangkah untuk meminimalisir cedera terjadi. Ketika tiba digaris finis masing-masing memiliki catatan waktu kedatangan yang digunakan untuk menyusun peringkat sesuai poin tertinggi dan waktu tercepat, yakni 10 titik dalam 45 menit.

Memasuki latihan dihari kedua, sepuluh peringkat teratas disusun pada saf depan kemudian disusul saf kedua yang berarti urutan peringkat 11 hingga 20. Tiap barisnya merupakan rekan tim. Karena bekerja tim mereka harus pandai membagi tugas. Satu orang sebagai pembaca peta dan penentu rute tempuh sedangkan yang lain sebagai pelari yang dituntut sampai dititik tujuan terlebih dahulu lalu menemukan lembar presensi. Walaupun bekerja pada tugas masing-masing, ketika presensi mereka harus tiba secara bersama. Seperti latihan di hari pertama, waktu kedatangan tercepat di garis finis dengan poin tertinggi menjadi penyusun tingkat perkembangan prestasi. Mereka juga dituntut tiba di finis dengan bersama-sama rekan satu tim, yaitu 15 titik dalam 45 menit.

Pada hari ketiga latihan yang merupakan hari terakhir latihan, mereka tetap bekerja secara tim yang masing-masing tim terdiri dari 2 orang. Tetapi dengan susunan yang telah ditentukan dari staf diklat berdasarkan perkembangan dari 2 hari kemarin. Kali ini mereka dituntut menyelesaikan 20 titik dalam 55 menit. Hari terakhir ini adalah penentuan nama-nama yang lolos sebagai calon peserta lomba, yang sebelumnya akan diadakan pelatihan intensif (Training Center) yang diharapkan delegasi lomba dapat membawa pulang sebuah kebanggaan berupa kemenangan dalam lomba.DN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *